Jakarta –
Anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), menerima dana segar dari PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp 846 miliar. Dana segar ini diberikan dengan skema Pinjaman Pemegang Saham atau SHL pada 31 Desember 2025.
Dikutip dari laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman ini diperlukan untuk memenuhi modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, dan kewajiban perbankan untuk mendukung kinerja serta keberlangsungan Kimia Farma. Aksi korporasi ini juga masuk dalam Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis.
“Pinjaman Pemegang Saham atau SHL dari PT Bio Farma (Persero) kepada Perseroan dengan nilai Rp 846 miliar,” tulis Manajemen Kimia Farma, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kimia Farma juga memberikan jaminan sebesar Rp 775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang dan persediaan. Jaminan tersebut setara dengan 120% dari Rp 646 miliar yang merupakan 25,69% dari nilai kekayaan bersih Kimia Farma.
Adapun saat ini, Kimia Farma mengaku tengah menghadapi tantangan pengelolaan modal kerja untuk menjaga keseimbangan likuiditas dan profitabilitas. Selain itu, kenaikan suku bunga pinjaman juga menambah tantangan yang dihadapi perseroan.
“Perseroan telah melakukan pengelolaan modal kerja dan adanya kenaikan suku bunga pinjaman merupakan tantangan lain yang signifikan bagi Perseroan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, manajemen Kimia Farma mengatakan telah merumuskan enam strategi untuk menunjang transformasi di seluruh lini bisnis, yakni ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), dan sinergi antar entitas dalam grup.
Tonton juga video “Kimia Farma Bakal Tutup 5 Pabrik”
(acd/acd)