Jakarta -
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir pasti mengekspor beras tahun ini. Hal ini disampaikan Amran saat momentum pengumuman swasembada pangan di Karawang hari ini yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini, dan itu sejarah pertama Indonesia,” kata Amran disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/1/2026).
Amran mengatakan ekspor beras bisa terjadi jika pola serapan gabah oleh Perum Bulog sama seperti 2025. Pada tahun lalu, Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah dari petani mencapai 3 juta ton setara beras. Tahun ini, Bulog akan menyerap gabah hasil panen petani 4 juta ton setara beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cadangan Beras Indonesia
Kendati begitu, Amran belum membeberkan lebih detail terkait hal tersebut. Ia hanya menyebut saat ini stok cadangan beras Indonesia mencapai 3,2 juta ton.
“Tapi beras. Kalau bisa, izin Bapak Presiden yang penting Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja 2025. Aku tidak minta lebih, sama saja,” tambah Amran.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga sempat berseloroh kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi apabila rencana ekspor beras dapat terealisasi.
“Jadi, Pak Mensesneg. Itu tadi nanti aku menghadap. Kesempatan kami sampaikan karena ada bapak presiden,” jelas Amran.
Rencana Ekspor Beras
Sebelumnya, Amran juga sempat berbicara terkait rencana pemerintah mengekspor beras tahun ini. Hal ini disampaikan Amran saat menjadi menjadi penguji Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor.
Amran menyebut stok cadangan beras dalam negeri mencapai 3,25 juta ton pada awal 2026. Kemudian, Indonesia akan memasuki musim panen pada Februari hingga April.
Amran mengingatkan Bulog yang berperan mengurus sektor pertanian, termasuk beras pascapanen agar tidak terjadi gagal panen. Sebab, musim panen awal tahun menyumbang produksi nasional terbesar.
“Bulan Februari sampai April, itu adalah produksi 70%. Kalau gagal produksi dari Februari hingga April, gagal Republik ini untuk mengekspor,” ujar Amran di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Senin (5/1/2026).
Pada kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Malaysia meminta Indonesia untuk mengekspor beras ke negaranya. Indonesia baru mengekspor beras sebagai bantuan ke Palestina, namun beberapa permintaan ekspor beras juga datang dari beberapa negara tetangga, salah satunya Malaysia.
Bagi pemerintah, apabila pasokan di dalam negeri sudah cukup, bisa saja permintaan itu dilakukan. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengekspor beras ke Malaysia.
“Kalau kemudian itu ada negara lain atau sahabat-sahabat kita belum berhasil membutuhkan bantuan ya kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” papar Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (7/1/2026) malam.
Tonton juga video “Prabowo Bangga RI Swasembada Beras, Bandingkan dengan Era Soeharto”
Halaman 2 dari 2
(rea/ara)