Jakarta –
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut tujuh pabrik pupuk yang akan dibangun oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) tanpa membebankan anggaran negara. Dari total tersebut, lima pabrik ditargetkan akan diresmikan pada 2029 mendatang.
“Bangun pabrik 7 tanpa membebani pemerintah, bapak presiden. Insyaallah 5 kita resmikan sebelum 2029,” ujar Amran disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/1/2026).
Hal ini disampaikan Amran saat pengumuman swasembada pangan bersamaan dengan panen raya yang diselenggarakan di Karawang. Amran menyebut anggaran Kementerian Pertanian pada 2026 mencapai Rp 40 triliun. Dari anggaran tersebut, Amran menyebut mampu memberikan nilai tambah atau kontribusi hingga Rp 400 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Insyaallah kembalinya nanti, yang kemarin tahun lalu saja, naiknya Rp 14 triliun, tapi hasilnya naik Rp 400 triliun, ekspor kita naik 33%. Kemudian, peningkatan padi, karena ini izin bapak presiden Rp 629 triliun ekspor kita. Impor kita turun Rp 321 triliun,” tambah Amran.
Menurut Amran, hal ini tak lepas dari kerja sama tim antara kementerian dan lembaga (K/L), termasuk regulasi pupuk terkait penyederhanaan aturan distribusi. Amran menjelaskan regulasi ini membuat harga pupuk turun 20%.
“Ini berkat tim semua. Terutama Pak Mensesneg, Pak Seskab, regulasi yang diberikan. Regulasi pupuk saja, bapak presiden. Ini terbit satu hari. Inilah kerja Mensesneg, Seskab tercepat. Ini terbit satu hari, turun harga pupuk 20%,” jelasnya.
(rea/ara)